32. Mencari saat mustajab pada hari Jum’at



 عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: (( فِيْهِ سَاعَةٌ، لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّيْ ، يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا ، إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ )) وَأَشَاَرَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا. [ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ: 935 - 1969 ].

 Diriwayatkan dari Abu Hurairah - radhiyallahu ‘anhu - bahwasanya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- berbicara tentang hari Jum’at, beliau bersabda: “Di dalamnya terdapat waktu yang tidak ditemui oleh seorang muslim, sedang ia dalam keadaan shalat meminta sesuatu kepada Allah ta’ala melainkan Allah berikan kepadanya apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya seraya menyedikitkannya (waktunya sangat singkat). (Muttafaqun ‘alaih).